DEMI CINTA, APAPUN AKU LAKUKAN

Hai kamu-kamu yang suka dengan drama. Sejak aku bikin website ini, banyak pengunjung yang minta dibuatkan naskah drama. Termasuk anak2 SMA 1 POLOKARTO.Sebenarnya aku belum berpengalaman dalam membuat naskah drama. Tapi setelah kupelajari, ternyata membuat naskah drama tidak sulit. Mungkin karena aku sudah terbiasa menulis naskah novel. Karena itulah aku mencobanya. Dan kekasihku itulah yang memotivasiku.
Kini aku sudah membuatnya. Naskah drama yang aku buat tidak yang berat-berat, tetapi yang ringan-ringan saja, yaitu tentang kehidupan sehari-hari. Namun topiknya dihubungkan dengan kejadian masa kini. Kali ini aku membuat drama komedi. dengan judul: DEMI CINTA, APAPUN AKU LAKUKAN. Aku yakin drama yang berdurasi sekitar 20 menit ini akan mengundang tawa dari awal hingga akhir. Sangat cocok untuk ditampilkan di sekolah kamu, saat perpisahan, atau di tempat lainnya.
Namun mohon maaf yang aku muat di sini hanya ringkasan saja. Karena dimuat seluruhnya terlalu panjang, meliputi 10 halaman dengan empat adegan, mulai dari ringkasan, penuturan hingga dialognya. Bagi yang ingin tahu, silahkan hubungi aku. Dalam waktu singkat akan aku krim via email. Selain itu aku hanya ingin tahu siapa saja yang berminat dengan naskah ini. Aku yakin kamu-kamu mengerti maksudku. Bukan aku ingin dibayar. Itu terserah kalian.
Ingin tahu lebih jauh. Baiklah aku jelaskan sedikit. Drama ini dimainkan oleh tujuh orang. Yaitu alex’s,Lisa, Dita,Mirna,Siti, Adam dan Zeki. Alex itu laki-laki, berwajah ganteng, agak feminim, tapi penakut (takut hantu), bertindak sebagai pemeran utama. Lusi itu adiknya alex, dia berwajah cantik, tapi manja, sebagai pemeran pembantu 1.Dhita itu gadis berwajah lumayan, cuek dan pemberani, sebagai pemeran pembantu 2. Sedangkan Marni, Siti, Adam dan Zeki sebagai pemeran lain.
Inilah ringkasan ceritanya :
alex memang penakut. Apalagi setelah Bi Halimah yang sedang hamil tua meninggal, rasa takutnya semakin menjadi-jadi. Ditambah lagi dengan Kang Badrun, calon legislatip (caleg) yang nggak kesampaian akhirnya gantung diri.
Saking takutnya, dia tidak berani tinggal sendiri di rumah. Padahal siang hari. Terlebih lagi di malam hari. Yang jengkel bukan orang tuanya, tapi Lusi, adiknya. Ibunya pergi ke Saudi jadi TKW. Sedangkan bapaknya kawin lagi, akibat kesepian dan tinggal dengan istri mudanya.
Ulah alex memang menjengkelkan Lisa. Mau pipis saja, kalau malam harus diantar, ditongkrongin lagi. Lebih jengkel lagi sekarang, karena alex mau sama dhita. Padahal dhita tinggal samping kuburan. Lisa membayangkan, pasti kalau mau apel harus diantar. Cape dech…
Meski banyak jengkel, Lisa selalu memenuhi keinginan alex. Karena alex-lah satu-satunya yang dimiliki. Selain itu, alex juga juga nekad kalau keinginannya tidak dipenuhi. Dulu, waktu dia nggak dibelikan es kelapa kesukaannya, dia mogok makan. Seminggu ngurung dalam kamar, hingga akhirnya dia harus masuk rumah sakit.
Kini alex pengen sama Dhita. Kalau dhita tidak mau,tiang gantungan dan talinya sudah siap. Ngeri sekali Lusi bila itu terjadi.Karena itulah, Lisa berniat mencari dhita hingga ketemu dan mau minta tolong agar dhita mau sama alex. Dari hasil nego, dhita sebenarnya mencintai alex. Karena selain ganteng, alex juga baik hati dan tidak sombong.
Tapi dhita tidak suka cowok penakut.Karena itu, dhita benar-benar mau menerima Alex asalkan alex menjadi pemberani. Maka disusunlah sebuah rencana, dimana alex disuruh menunggu di satu tempat yang dirahasiakan, yaitu kuburan. Di sana alex akan ditakut-takuti dengan berbagai adegan. Demi cinta pada dhita, alex pasti mau.
Adegan tersebut adalah :
1. Pohon pisang bergoyang
2. Suara anjing menggonggong atau suara hantu seperti dalam film-film.
3. Asap keluar dari kuburan
4. Muncul hantu suster ngesot
5. Muncul hantu korban Sumanto
6. Muncul Bi Halimah sedang menggendong bayinya.
7. Muncul Kang Badrun sedang kampanye partainya.
Pada saat saat rencana itu dijalankan.Alex sangat ketakutan. Tidak hanya terkencing-kencing juga keberosotan dan akhirnya pingsan, setelah melihat hantu Mang Barun yang sedang kampanye, namun kecewa dengan alex yang tidak memilihnya, lalu mengancam akan membunuh alex.
Lisa kaget bukan main dan menyalahkan dhita. Terjadi pertengkaran. Akhirnya, dhita, Lisa dan kawan-kawannya membuka baju hantunya. Lisa berusaha membangunkan alex. Namun bau pesing merasuki hindungnya, akibat air kencing dan bukur yang keluar dari lubang belakang. Alex siuman, melirik ke sekelilingnya. Baru saja sadar dia menjerit sambil gelagapan. Segera Lisa berusaha menyadarkan alex. Setelah sadar, Lusi dan dhita menerangkan kejadian yang sebenarnya.
Akhirnya alex menyadari keleliruannya selama ini. Dia nggak perlu takut hantu, karena hantu itu tidak ada. Ketakutan itu muncul dari dirinya sendiri. Jadi hantu itu bisa dibilang dirinya sendiri. Yang harus dilakukan bagaimana dirinya menghilangkan perasaan takut atau bayangan terhadap hantu.Alex akhirnya bangun, kemudian berjalan keluar panggung dengan kaki ngekang.
DEMI CINTA, APAPUN AKU LAKUKAN
Adegan 1 :
(Lisa berjalan dengan wajah kesal. Tiba-tiba seseorang memanggilnya)
alex : “ Lisa ! (alex hanya kedengaran suaranya saja).
Lisa : Ada apa lagi sih, Kak alex ?
Alex : “ Kalau sudah ketemu dhita,cepat pulang yah ! (alex masih tidak nampak)
Lisa : “ Iya… iya ! Cerewet amat sih “
(Lisa meneruskan langkah sambil menggerutu)
Lisa : “Sebel deh punya kakak penakut. Ditinggal sendiri di rumah engga mau. Padahal siang hari. Apalagi malam. Mau pipis saja harus diantar. Ditungguin lagi, kan bau. Mending kalau dia perempuan kaya aku. Dia kan laki-laki. Punyanya beda dengan punyaku. (Lisa diam sejenak). Pernah suatu kali, waktu dia pipis, ada tikus, eh dia langsung berdiri, langsung menjerit, yah… basah deh celananya. Buntutnya aku juga yang nyuci. Terus anunya iiiyy… gawat kan. Iiiy… ternyata beda yah ! (lisa tersenyum sendiri, diam sejenak). Malam berikutnya, eeeh… begitu lagi. Aku jadi sering anunya. Lama-lama bisa bahaya juga kan. Mending kalau aku cepet-cepet kawin, kalau engga gimana. (Lisa diam sejenak, rautnya nampak semakin jengkel). Udah gitu, keinginannya macam-macam lagi. Kalau engga diturutin ngambek dan bertingkah aneh-aneh. Dulu saja, waktu engga dibeliin es kelapa, tahu engga es kelapa. Itu tuh.. Es kelapa muda kesukaan kakakq, aaah… pokoknya kelapa muda deh. Eh… dia mogok makan. Seminggu ngurung di kamar, hingga akhirnya harus masuk rumah sakit. Aku juga yang repot. Pokoknya kesel.. kesel deh. (Lisa diam sejenak, sambil cemberut). Sekarang lebih gawat lagi. Dia pengen sama Si dhita. Aku kan tahu kalau rumah Si dhita itu samping kuburan. Apa dia berani ke rumah Si dhita. Jangan-jangan kalau mau apel, minta diantar lagi. Bisa dibayangkan gimana keselnya aku. Padahal cowokku juga pasti apel. Atau jangan-jangan, cowokku yang disuruh ngantar. Kesel… kesel.. deh. (Lisa diam sejenak, seperti orang bingung). Tapi… gimana yah… ? Untuk kemauan yang ini lebih gawat lagi. Dia udah ngomong, kalau engga diturutin akan bunuh diri. Tiang gantungan dan talinya udah disiapin. Bisa-bisa dia nanti yang jadi hantu, iiiihhh…. Lagi pula kalau dia mati, aku dengan siapa ? Engga… ah.. pokoknya ennga… ini engga boleh terjadi (Kembali Lisa diam, menyesali keadaan). Semua ini, gara-gara si Ema sih. Coba Si Ema engga pergi ke Saudi, jadi TKW, mungkin engga begini. Gara-gara Ema juga bapak kawin lagi dan kini tinggal di istri mudanya. (Lisa diam sejenak). Tapi gimana yah ? Gitu-gitu juga dia itu kakakku. Aku kan engga punya siapa-siapa lagi. (Lisa melirik ke kiri dan kana, kemudian memandang jauh). Aduh… kemana sih Si dhita? Kok engga muncul juga. (Lisa kembali meririk ke kiri dan kanan).
(Saat itu dhita muncul, berjalan-jalan tergesa-gesa). (Lisa langsung memanggilnya).
Lisa : “dhita !
(dhita tetap melangkah). (Lisa khawatir melihat Dhita yang terus melangkah).
Lisa : “ ta.. ! Dhita.. ! Tunggu !
(Dhita menghentikan langkah, melirik ke arah datangnya suara).
Dhita : “ Eh… Kamu, Lis ? Ada apa ?
(Lisa menghampiri dhita)
Lisa : “ Aduh…. gawat… gawat…, ta !
Dhita : “ Gawat ? Emangnya ada apa ?
Lisa : “ Kakakku, al… Kakakku alex !
Dhita : “ alex ? Ada apa dengan alex ?
Lisa : “ Dia mau bunuh diri !
Dhita :“ Mau bunuh diri ?
Lisa : “ Iya,ta “
Dhita : “ Mau bunuh diri… yah bunuh diri saja. Biar jadi hantu sekalian “
Lisa : “ Iiih… kamu ini gimana sih ? Kalau dia mati gimana, lalu aku dengan siapa ? aku kan engga punya siapa-siapa lagi “
Dhita : Terserah… Itu kan bukan urusanku “
Lisa : “ Ih… kamu. Kalau jadi hantu, dia pasti akan takut-takutin kamu “
Dhita : “ Hantu ? Ah… aku nggak takut. Tiap malam saja, aku tidur dengan hantu “
Lisa : “ Aduh… kamu jangan bercanda terus dong,ta! Aku serius nih… “
(dhita akhirnya menatap Lisa dengan rasa kasihan).
Dhita : Lisa !
(Dhita menatap tajam lisa, berpikir sejenak).
Dhita :“ Sebenarnya aku juga naksir juga sih sama alex. Selain ganteng, kakakmu juga baik “
Lisa : Nah begitu dong,ta! Kamu serius kan?
dhita : “ ya…Iyalah. Aku serius, tapi dengan satu syarat “
Lisa : “ Syarat ? Syaratnya apa sih,ta?
(Dhita kembali menatap Lisa, lalu tersenyum)
dhita : “ Dia harus menjadi orang yang tidak penakut lagi “
Lisa : “ Tidak penakut lagi. Apa bisa dia jadi orang pemberani ?
Dhita : “ Tentu saja bisa “
Lisa : “ Caranya ?
(dhita tersenyum)
dhita : “ Aku punya ide, Lis “
Lisa : “ Ide ? Ide apa ?
Dhita : “Sini aku bisikin !
(Lisa diam sejenak, seolah tak percaya dengan maksud Dhita.Namun pada saat dhita menyodorkan mulutnya, dia secara reflek mendekatkan telinganya ke mulut Dhit. Sejenak dita konsentrasi, menunggu apa yang akan dibisikan dita).
Lisa : Kok nggak kedengaran apa-apa ?
(Dita menarik mulutnya)
Dita : “ Memang aku belum ngomong “
Lisa : “ Oh belum ? Kirain udah ngomong “
(Dita mendekatkan kembali mulutnya, Lisa juga reflek menyodorkan telinganya).
Lisa : “ Iya… iya… iya… “
(Lisa reflek mulutnya bicara sendiri, padahal Dita masih belum ngomong juga.Dita akhirnya menarik mulutnya).
Dhita : “ Lisa…… ? (Dita agak berteriak) “ Aku masih belum ngomong “
Lisa : “ Oh.. masih belum ngomong juga ?
Dita : “ Iya Lisa… Kamu ini kelihatannya bego, tapi bloon juga yah.. “
Lisa : “ Iya. Makanya, cepetan, dong ngomongnya !
(Lisa segera menyodorkan telinganya. Saat itu juga Dita menyodorkan mulutnya. Cukup lama Dhita bicara. Lisa sekali-kali tersenyum, dengan kepala berkali2 mengangguk. Akhirnya dita menarik mulutnya.Keduanya saling berpandangan sambil tersenyum)
Lisa : “ Siiip. Aku setuju dengan ide itu“
(Lisa tersenyum. keduanya mengangkat tangan lalu toss)
Dhita : “ Ok… kalau begitu kamu siap-siap yah.. sedangkan aku mau minta bantuan teman-teman yang lain “
(keduanya meninggalkan tempat itu)
Adegan 2 :
(Dalam adegan hanya alex sendiri termasuk yang bicaranya)
(alex berjalan santai dengan HP ditangan. Matanya menatap monitor Hpnya,sambil menghayal dan membayangkan tentang Dita.Alex ngomong sendiri)
alex : “dita…Dita“
(alex tersenyum sendiri).
Alex : “ Kamu memang gadis impianku, Dita!
(alex geleng-geleng kepala).
Alex : “ Wajahmu cantik… kaya Super Emak… Eh salah, maksudku kaya… Cinta Laura (Catatan : Sory terserah kamu saja beb, siapa saja aktris yang kamu anggap paling cantik saat ini).
Alex : “ Bodimu juga sangat sexy kaya Okki Lukman… Eh salah lagi… Maksudku kaya Julia Perez “
(alex memegang jidat sambil menghayal)
alex : “ Tapi….
(alex diam sejenak)
alex : “ mau nggak yah dia sama aku ?
(kembali alex diam, lalu tersenyum).
Alex : “ Ah… masa sih dia nggak mau sama aku……. Wajahku kan ganteng kaya Tukul Arwana…. Eh… kaya Rafi Ahmad, maksudku. Itu tuh… bintang filem yang terkenal playboy tea “.
(alex diam sejenak sambil tersenyum).
Alex : “ Bodyku juga kekar… pendek dan kekar… kaya Ucok Baba. Eh… maksudku kaya alex peter pan “
(Catatan : atau terserah kamu saja beb).
Alex : “ Terus… Kalau memang jadian atau dia jadi istriku, panggilan dia kan jadi keren,ALDI(alex-dita)he..he…
(alex memperhatikan tombol HP).
Alex : “ Ah… aku coba SMS dia ah… Siapa tahu dia mau balas “
(alex memijit-mijit tombol HP… dhita mau nggak kamu jadi cewekku ?
(Catatan :beb coba kamu pakai bahasa SMS masa kini. Sory aku nggak tahu). (alex memijit dengan keras)
alex : “ Haaah…. SMS-nya sudah aku kirim… tinggal aku nunggu balasannya “.
(alex tersenyum sambil mengayun-ngayunkan Hpnya, lalu berjalan ke kiri dan kanan, memandang ke arah penonton).
(tiba-tiba HPnya bunyi).
Alex : “ Hah… pasti ini dari dhita “
(alex berjingkrak kegirangan, lalu diam menatap Hpnya. Dia memijit-mijit tombol HP)
alex : “ Hah.. benar saja SMS dari dhita…. Asyik… “
(Tapi alex murung, sanksi dengan jawaban dhita).
(setelah tahu isi SMSnya dia tersenyum)
alex : “ Mau lex, aku mau jadi cewek kamu “
(alex kembali berjingkrak, bergerak-gerak ke kiri dan kanan, lalu berkeliling)
alex : “ Horeee…. Ternyata dia mau juga sama aku “
(setelah berjingkrak, dia kembali murung, seolah tak percaya dengan jawaban itu).
Alex : “ Tapi… benar nggak yah dia mau sama aku. Soalnya kemarin-kemarin kan dia acuh sama aku “
(alex lebih murung, namun tak lama, dia tersennyum).
Alex : “ Kalau begitu…. Aku SMS lagi ah.. “
(alex memijit-mijit tombol HP)
alex: “ Benarkah kamu mau sama aku ?
(alex memijit dengan keras tombol Hpnya).
Ale : “ Hah… sudah aku kirim lagi… Mudah-mudahan dia bener-bener cinta sama aku “
(alex berjalan ke kiri dan kanan, lalu melihat penonton sambil murung).
(Tak berselang Hpnya bunyi. Segera dia membuka isi SMS…
alex : “ Tentu saja aku mau sama kam,alex. Tapi ada syaratnya “
(alex diam sejenak sambil memperhatikan monitor HP).
Alex : “ Syaratnya apa yah ?
(Dia melanjutkan membaca SMS dari dhita).
Alex : “ Kita ketemuan di sebuah tempat…. Nanti aku kasih tahu tempatnya. Kalau kamu tidak datang, berarti kamu tidak cinta sama aku “
(alex tersenyum).
Alex : “ Syarat… Kalau syaratnya cuma begitu, aku pasti mau. Namanya juga cinta. Pokoknya, demi cinta apapun aku mau “
(alex kembali berjingkrak kegirangan).
Alex : “ Asyik… Asyik banget… Nanti aku mau kencan sama dhita. Pokoknya aku nggak bakal lewatkan kesempatan ini “
(alex berjalan keluar panggung).
Adegan 3 :
(Pada adegan ini, ada empat pemain, yaitu : Mirna, Siti, Adam dan Zeki. Keempat orang tersebut bermaksud akan main loncat tinggi atau loncat tali dengan rantai karet yang panjang. Pasti kamu tahu maksudnya).
(adam meloncat dengan mengangkat kaki kanan dan memapakkan kaki kananya ke lantai panggung. Kemudian diikuti oleh Siti dengan adegan yang sama. Sedangkan Mirna dan Zekit berjalan biasa).
Mirna : “ Sudah di sini saja-lah. Di sini kan tempatnya luas “
Zeki : “ Yah… di sini saja “
(Keempatnya berhenti. Lalu saling berhadapan dengan tangan kanan masing-masing untuk siap hom pim pah, kebiasaan anak dulu untuk memulai siapa yang akan main lebih dulu dan siapa yang harus jaga).
Mirna, Siti, Adam dan Zeki : “ Hompilah hompimpah, alaihim gombreng. Maijah pakai baju robeng “
Siti : Hah… aku sama Adam dan kamu Mirna sama Zeki “
Siti dan Zeki : “ Ji.. dua.. siiit “
Zeki : “ Ah.. aku menang. Berarti kamu Siti dan Adam yang jaga “
Siti : Iyah… yah. Aku dan Adam yang jaga “
(Siti memegang ujung rantai karet gelang, sedangkan Adam memegang ujung lainnya, lalu meletakan ujung-ujung itu di bagian lutu masing-masing).
(Mirna meloncat. Berhasil, karena tidak mengenai rantai karet. Kemudian Zeki melakukan hal sama. Dan dia juga berhasil).
(Siti meletakan ujung karet di bagian atas lutut, diikuti oleh Adam).
Adam : “ Nyetrom juga yah… Enak lagi “
Siti : “ Iiih…. Kamu jorok amat sih “
Zeki dan Mirna : “ Ha… ha… hah… “
(Mirna kembali meloncat. Berhasil, karena tidak mengenai rantai karet. Kemudian Zeki melakukan hal sama. Dan dia juga berhasil).
(Tiba-tiba dhita muncul)
dhita : “ Mana sih Mirna, Siti Adan dan Zeki ? Susah amat sih cari mereka “ (dita melirik ke kiri dan kanan, lalu memandang jauh).
Dhita : “ Oooh…. Itu mereka. Lagi apa yah ?
(Dita menghampiri keempat temannya).
Dita : “ Iiih… ngapain sh kalian main gituan ? Kaya anak kecil saja “
(Mirna, Siti, Adan dan Zeki menghentikan permainannya. Lalu menghadapkan badannya ke Dhita).
Adam : “ Gini,ta. Kita ini sedang mengenang masa lalu. Dulu kamu paling hobi main ginian “
Dhita : “ Iyah.. yah… Aku paling suka main ginian. Tapi sekarang, ada kerjaan nih untuk kalian “
Mirna : “ Bayarannya berapa,ta?
Adam : Iya,ta. Kamu mau bayar berapa ?
Dhita : “ Ih… Kalian ini. Dikit-dikit pake duit, sekali-kali beramal kek “
Siti : “ Kan buat beli pulsa “
Dhita : “ Enggak. Kali ini aku nggak punya duit “
Mirna : “ Iya deh. Kali ini gratis. Emang ada kerjaan apa ?
Dhita : “ Begini “
(Dhita berbisik kepada keempat orang temannya. Tidak kedengaran penonton).
Mirna : “ Oh.. Kalau Cuma itu, kita mau. Iya kan Siti, Adam, Zeki ?
Adam, Siti dan Zeki : “ Beres.. Justru kita senang “
(Tiba-tiba Lisa muncul)
Lisa : “ Dhita? Gimana ? Sudah siap ?
Dhita : “ Beres. Pokoknya siiip deh.. “
Lisa : “ Ma kasih ya. Kalian sudah mau bantu aku “
Dhita : “ Sekarang kita siap-siap ya !
(Keenam orang itu meninggalkan panggung).
Adegan 4 :
Pada adegan ini semua pemeran turut berakting. Mirna sebagai suster nesot. Adam sebagai hantu korban Sumanto. Siti sebagai Bi Halimah (Wanita yang meninggal dalam kedaan hamil tua). Dan Zeki sebagai Mang Badrun (Lelaki yang gagal jadi anggota legislatip). Semuanya berpakaian hantu.
(alex masuk panggung dengan tersenyum).
Alex : “ Akhirnya jadi juga aku kencan sama dhita “
(alex memandang ke atas langit)
alex : “ Seperti alam mengerti juga dengan keinginanku. Cuaca sangat cerah. Ditambah dengan sinar bulan yang benderang. Asyik pokoknya. Mereka akan jadi saksi bisu bersatunya dua hati “
(Namun dalam lamunannya, tiba muncul sifat penakutnya).
Alex : “ Tapi.. kenapa Si Dhita minta ketemu malam hari yah ? Jam sepuluh lagi. Aku kan jadi takut. Tapi… kalau aku nggak datang, berarti cintaku gagal dong. Aku nggak jadian sama dia.
(alex tersenyum, berusaha meneguhkan hatinya).
Alex : “ Ah.. nggak apa deh demi cinta, aku harus mau apapun keinginannya “ (alex mengambil HP dari saku celananya, lalu memijit-mijit tombolnya)
alex : “ Dari pos ronda berjalan 100 langkah ke arah timur, lalu berbelok ke arah selatan. 100 langkah dari situ “
(alex berjalan mencari pos ronda)
alex : “ Nah ini kan pos ronda. Berjalan ke arah timur “
(alex berjalan ke arah itu)
alex : “ Satu.. dua… tiga.. “
(alex terus berjalan).
Alex : “ Nah 100 di sini. Dari sini 100 langkah ke arah selatan “
(alex berjalan lagi)
alex : “ Satu… dua… tiga “
(alex terus berjalan).
Alex : “ Nah di sini “
(alex melirik ke kiri, kanan, depan dan belakang).
Alex : “ Kok sepi.. ?
(alex memandang jauh ke satu arah)
alex : “ Kok ada pohon kemboja “
(alex bengong)
alex : “ Banyak pohon bambu lagi “
alex : (alex semakin bengong).
Alex : “ Lho… Itu kan batu nisan. Itu juga. Kok banyak batu nisan “
(alex bukan hanya bengong, tapi kaget bukan main).
Alex : “ Kalau begitu.. Ka.. kalau begitu aku di kuburan dong “
(alex menutup telinganya, seolah tak percaya apa sedang dialaminya. Kemudian dia membuka matanya lagi).
Alex : “ Wah… benar saja aku berada di kuburan “
(Dia gelagapan).
Alex : “ Tolong…. Tolong…. !
(alex berlari ke sana kemari tak tentu arahnya. Malah akhirnya dia semakin jauh berada di tengah-tengah kuburan).
(Dia tesandung batu, terjatuh dan terduduk di sebuah kuburan. Dia melihat jelas batu nisan bertuliskan Haliman binti Madun).
Alex : “ Hah… Ini kan kuburan Bi Halimah “
(Dia memandang jauh).
Alex : “ Hah… pohon pisang bergerak. Pohon kemboja juga kok bergerak. Tolong… tolong…. !
(Sementara dari kuburan lain mengeluarkan asap, terdengar suara yang mengerikan disertai dengan suara anjing menggonggong atau suara khas dalam film hantu).
Alex : “ Hah… haah… haah “
(alex berusaha bangkit, tapi kakinya terasa berasa berat, hingga dia terduduk di makan Bi Halimah).
(Sementara dari jauh muncul sesosok bayangan putih. Dia akhirnya bisa berdiri). (Bayangan itu mendekatinya. Rupanya hantu suster ngesot).
Alex: “ Haah.. suster ngesot… Kok suster ngesot ada di sini “
(alex mundur beberapa langkah).
Alex : “ Ampun Mba… ampun !
(alex menjerit)
alex : “ Ma… Ema.. tolongin alex Ma ! Eh lupa Emaku kan ke Saudi jadi TkW. Oh ya.. sama bapa saja “
(alex meletakan telapak tangannya ke mulutnya. Maksudnya agar suaranya lebih keras)
alex : “ Bapa.. tolongin alex.. Pak. Eh salah lagi. Bapa kan tinggal dengan istri mudanya “
(suster ngesot semakin dekat, bahkan duduk di depannya, dengan sorot mata yang tajam, seperti mata kucing di malam hari. Saking takutnya tak terasa ada air yang keluar membahashi celananya).
Alex : “ Yah aku ngompol ! Basah deh celanaku !
Suster Ngesot : “ Kamu takut yah, lex?
Alex : “ I.. i… iyah hantu… Eh salah.. Iyah … Sus… sus… suster ngesot “
Suster Ngesot : “ lex ! Kamu nggak usah takut sama aku lex ! Aku Cuma mau numpang lewat saja kok. (Suster ngesot menatap alex). “ Tugasku kan di rumah sakit “ (Suster ngesot merangkak meninggalkan alex).
Alex : “ Alhamdulillah dia sudah pergi. Tapi… tapi gimana aku pulang yah ?
(alex melirik ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang. Meski suster ngesot telah pergi rasa takut tetap bercokol. Justru dia semakin merasa takut. Benar saja. Rasa takutnya menjadi kenyataan, karena tiba-tiba ada bayangan muncul. Kemudian bayangan itu meloncat-loncat agak cepat di depannya).
Alex : “ Yah… ada lagi. Tolong… tolong !
(saat hantu itu menatapnya dengan sorot mata yang tajam).
Alex : “ Hiiiy… “
(alex memegang celananya)
alex : “ Yah aku pipis lagi “
(Lalu dia memegang bagian belakang).
Alex : “ Keberosotan lagi. Hiih… bau “.
Hantu loncat : “ Hei lex “
alex : “ I… ii… iya hantu “
Hantu loncat : “lex ?
Alex : “ I.. Iyah hantu “
Hantu loncat : “ Kamu ngompol yah ?
Alex : “ I… iya hantu “
Hantu Loncat : “ Pantas bau… Lainnya ?
Alex : “ Aku… aku.. aku keberosotan hantu “
Hantu loncat : “ Pantas makin bau.. “
(Hantu diam sejenak).
Hantu loncat : “ lex ! Kamu nggak usah takut sama aku ! Karena aku nggak bakal ganggu kamu. Tapi aku hanya ingin mencari Sumanto. Dagingku sudah dibikin sop sama dia. Aku ingin dia mengembalikan dagingku “
(Hantu loncat diam sejenak. Sedangkan alex memelas kasihan, meski rasa takutnya tetap bercokol).
Hantu loncat : “ lex ! Sekarang aku mau pergi. Doa’in yah.. biar aku bisa ketemu Sumanto !
Alex : “ I… i… iya. Aku… aku.. doa’in “
(Hantu loncat akhirnya meninggalkan alex)
alex : “ Alhadulillah, dia sudah pergi.
(alex berpikir).
Alex : “ Kalau begitu, aku juga mau pergi ah.. Tapi kemana yah.. aku nggak tahu. Mungkin ke arah sana kali “
(alex berjalan ke satu arah yang dia sendiri sebetulnya tidak tahu. Namun baru beberapa langkah dia melihat ada yang duduk. Selintas dia senang, tapi kemudian rasa takutnya muncul. Akhirnya dia mendekatinya).
Hantu duduk : “ Nina-nina bobo oh nina bobo, kalau tidak bobo, digigit kebo.. eh salah, maksudku, digigit nyamuk. Nina-nina bobo oh nina bobo, kalau tidak bobo, digigit nyamuk “
(alex menghampiri hantu duduk).
Alex : “ Teteh ! teteh !
(Hantu duduk tidak menjawab, malah terus menyanyi)
alex : “ Teteh sedang apa di sini ?
Hantu duduk : “ Aku kan ngelonin bayiku “
alex : “ Kok di sini “
Hantu duduk : “ Iya.. lah. Dimana lagi. Kamarku kan di sini “
alex : “ Di sini kan kuburan teh “
Hantu duduk : “ Iya.. aku juga tahu. Aku kan Bi Halimah “
alex : “ Bi Halimah ? Bi Halimah kan sudah meninggal “
(Hantu duduk berdiri sambil memperlihatkan mukanya dengan mata bercahaya)
alex : “ hantu !
(alex lari terbirit-birit. Entah kemana arahnya, tak jelas. Setelah jauh dia berhenti)
alex : “ Sialan ada hantu Bi Halimah. Hah.. hah..
(alex terengah-engah).
Alex : “ Untung dia nggak mengejarku “
(alex berdiri dengan napas masih terengah-engah. Namun dia agak tenang. Namun tiba-tiba ada suara. Dia memasang telinganya. Namun jelas bahwa suara itu seperti orang yang sedang kampanye).
Hantu berdiri : “ Saudara sekalian. Pilihlah partaiku. Karena partaiku akan membawa perubahan pada nasib kalian. Sembako bakal murah. Biaya sekolah gratis. BLT akan sampai ke tangan kalian. Selain itu jumlahnya juga akan ditambah 10 kali lipat. Karena itulah pilihlah partaiku. Namun jangan lupa, pilihlah aku sebagai wakil kalian. Karena aku caleg yang berdedikasi tinggi terhadap profesiku. Aku akan membela kalian dan rakyat lainnya “
(alex sangat heran. Dia tahu siapa yang sedang bicara).
Alex : “ Lho itu kan suara Mang Badrun. Kok dia masih kampanye. Padahal pemilihan caleg kan sudah selesai “
Hantu berdiri : “ Tapi sayang, kalian tidak memilih aku. Padahal aku sudah habis puluhan juta untuk nyogok kalian. Karpet untuk pengajian akan kuambil lagi. Bahan banguan untuk masjid juga akan aku ambil lagi. Kalian memang penghianat. Karena itu aku akan membunuh siapa saja, termasuk kamu alex “
(Hantu itu berbalik ke arah alex.Alex takut bukan main, hingga akhirnya pingsan)
(Saat alex pingsan, Lisa dan dhita muncul. Keempat hantu, Mirna, Siti, Adam dan Zeki juga muncul, lalu membuka baju hantunya. Lisa kaget bukan main. Keduanya langsung menghampiri alex. Namun saat mendekat, keduanya mencium bau sesuatu. Segera mereka menutup lubang hidungnya. Demikian juga dengan Sambil menutup lubang hidung, Lisa membangunkan alex)
Lisa : “ Kak.. ! Kak alex… ! Bangun kak !
(Lisa mengoyang-goyangkan tubuh kakaknya. Namun alex tidak bergerak sedikitpun, membuat Lisa semakin kaget. Khawatir alex tidak bangun lagi, alias meninggal).
Lisa : “ Kamu sih Dhita. Kenapa kamu punya ide gila seperti ini “
dhita : “ Kok nyalahin aku. Kamu juga setuju dengan ide itu “
(Lisa hanya diam. Dhita benar. Ide itu juga atas persetujuannya)
Lisa : “ Kak.. ! Kak alex! Bangun kak ! (Lisa mengusap matanya. Air matanya tidak terbendung. Takut kalau alex benar-benar meninggal).
Lisa : “ Kak alex! Bangun Kak… bangun ! Kak alex jangan mati, Kak. Kalau Kakak mati, aku dengan siapa “
(Lisa membangunkan alex dengan keras).
(Akhirnya alex siuman, lalu duduk, melirik ke kiri dan kanan. Langsung dia tersadar apa yang sudah dialaminya).
Alex : “ Hantu… hantu… !
(Doni berusaha berdiri. Namun tubuhnya ditahan oleh Adam dan Zeki, hingga usahanya sia-sia,alex tetap terduduk).
Dhita : “ alex ! Ini aku Dhita“
(alex menatap wajah dhita). Namun dia seperti tak percaya. Setelah cukup lama menatap, dia baru sadar kalau itu benar-benar Dhita).
Alex : Dhita ! Lisa ! dan Itu siapa ?
(alex menunjuk Adam, Marni, Siti dan Zeki yang masih bermuka hantu)
dhita : “ Itu Adam. Itu Siti. Itu Zeki dan Itu Marni “
alex : “ Jadi… jadi… hantu-hantu yang tadi itu kalian ?
Marni, Adam, Zeki dan Siti : “ Iyah “
alex : “ Jadi…. Jadi… “
Lisa : “ Kak alex ! Sebenarnya hantu itu tidak ada, Kak “
(alex menatap adiknya, lalu menatap dhita).
Lisa : “ Rasa takut itu muncul dari dalam diri kakak sendiri “
alex : “ Begitu yah ?
Dhita : “ Betul, lex. Sekarang kamu tidak takut lagi kan ?
(alex mengangguk)
dhita : “ Nah, kalau kamu tidak takut lagi dengan hantu. Maka.. maka.. aku mau jadi cewek kamu “
alex : “ Betul say ?
(dhita mengangguk).
(alex tersenyum)
dhita : “ Kalau gitu kita pulang yah, lex !
(alex mengangguk. Dia berdiri dengan dibantu Adam dan Zeki. Alex berjalan sambil pegangan)
SELESAI.

 

 

Naskah drama maz alex jameela

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s